Satu kata untuk Dark Cloud Cover, nih pattern susah banget nemunya.. soo saya ga bisa ambil contoh di PTBA atau UNSP, jadi saya pake contoh ENRG.
Kebanyakan artikel yang pernah saya baca Dark Cloud salah satu pattern candlestick yang cukup powerfull, its mean kalau pattern ini muncul bisa dipastikan pergerakan harga setelah closing (C) akan mengikuti hukum pattern ini yaitu bearish.
Gimana sih pattern ini kebentuk? ok.. yang pertama tentunya bullish candlestick diikuti oleh bearish candlestick, kedua closing price (C) akan lebih kecil atau sama dari setengah pergerakan intraday hari sebelumnya. Ketiga, opening price (O) bearish candlestick diatas higher price sebelumnya (H-1).
Bullish Harami dan Bullish Harami Cross adalah pattern yang mengindikasikan berakhirnya masa bearish dan memasuki masa bullish. Pattern tersebut berbentuk pergerakan harga intraday yang memiliki rentang harga higher dan lower tipis dan higher hari ini (H) lebih kecil dari higher kemarin (H-1) dan opening kemarin (O-1), serta lower hari ini (L) lebih besar dari lower kemarin (L-1) dan closing kemarin (C-1).
Hangingman candle adalah pattern yang menunjukan pasar akan menuju bearish. Karena closing price (C) yang terbentuk lebih rendah dari opening price (O). Pattern ini hanya ditemukan pada saati pasar bullish dan segera berbalik menuju bearish.
Bearish Harami dan Bearish Harami Cross adalah pattern yang mengindikasikan berakhirnya masa bullish dan memasuki masa bearish. Pattern tersebut berbentuk pergerakan harga intraday yang memiliki rentang harga higher dan lower tipis dan higher hari ini (H) lebih kecil dari higher kemarin (H-1) serta lower hari ini (L) lebih besar dari lower kemarin (L-1).
Bullish engufing adalah pattern yang akan dapat memprediksi pasar menuju bullish. Ciri bullish engufing adalah opening price (O) hari ini lebih rendah dari harga terendah kemarin (L-1) dan closing price hari ini lebih tinggi (C) dari harga tertinggi kemarin (H-1). O < L-1 dan C > H-1.
Salah satu metode yang sering digunakan untuk melihat pola pergerakan saham sedang bullish atau bearish dengan melihat tails (ekor) dari candlestick. Metode ini cocok untuk trader/investor dengan rentang trading bulanan dan tentu saja untuk pemilihan sahamnya harus menggunakan analisa fundamental yang kuat.

Seperti chart saham ENRG diatas, apabila trader/investor membeli saham pada bulan mei dan menjualnya pada bulan juli coba dihitung berapa gain yang telah diperoleh.
Ini pertanyaan sulit dan dilema yang sering kita alami. Invest dimana ya? Kalau deposito saat seperti sekarang ini bunganya dibawah inflasi tahunan. Tabungan lebih parah lagi. Reksadana saham lagi ancur-ancurnya. Reksadana pendapatan tetap, campuran atau pasar uang juga lagi kurang optimal. Komoditi seperti Emas juga belum ngerti kapan saat beli yang tepat.
To be continued…
Bearish Engufing adalah pattern yang dapat memprediksi pergerakan harga pasar akan bearish. Salah satu ciri bearish engufing adalah opening price (O) lebih tinggi dibandingkan opening price hari sebelumnya (O-1) dan closing price (C) lebih rendah dibandingkan lower price hari sebelumnya (L-1).
Umang setiap bulan berhasil menyisihkan uang Rp. 500 ribu untuk ditabung atau diinvestasikan. Uang tersebut sudah sebagian netto dari penghasilan yang Umang dapatkan dikurangi berbagai macam tagihan yang harus kita bayar seperti pendidikan, makan, belanja bulanan, asuransi, kartu kredit, cicilan mobil, dll.
Dalam rencana Umang uang tersebut tidak akan digunakan dalam jangka waktu kurang dari 3 tahun dan memang disiapkan untuk kebutuhan kedepan seperti membuka usaha, pernikahan dan kebutuhan lainnya. Tapi sekarang Umang bingung sebaiknya uang tersebut kita tabung/invest dimana ya biar return yang didapat bisa optimal
Langkah pertama Umang membandingkan berbagai macam jenis investasi yang sekiranya cocok dengan jangka waktu serta dana yang tersedia. Ok, sekarang Umang telpon beberapa call center bank untuk menanyakan produk tabungan yang mereka punya. Umang mendapatkan informasi dari bank-bank tersebut bahwa rata-rata mereka mempunyai produk tabungan dengan sistem anda menyediakan dana Rp. 500 ribu perbulan selama 3 tahun dengan bunga ancar-ancar/perkiraan 6.5 pa gross, selain produk tabungan tersebut bank-bank tersebut juga mempunyai produk deposito dengan minimal penempatan Rp. 10 juta dengan bunga 7.0 pa gross (potong pajak bunga 20%), ahhh ternyata produk ini memang mempunyai bunga lebih tinggi dari tabungan tapi Umang belum memiliki uang yang sesuai dengan persyaratan minimal
Setelah Umang mendapatkan informasi tentang tabungan, dia lalu mencoba untuk hubungi beberapa manajer investasi yang menjual produk reksadana… Umang mendapatkan informasi mengenai beberapa jenis reksadana, seperti reksadana pasar uang, reksadana saham, reksadana campuran dan reksadana pendapatan tetap. Setelah mempertimbangkan resiko dan tingkat pengembalian yang optimal Umang memutuskan untuk menaruh uang antara di tabungan bank Aman dengan reksadana saham MI Terpercaya. Kenapa pilihan Umang hanya Tabungan Aman dan Reksdana Saham? Karena menurut Umang apabila dia menaruh uangnya di Reksadana maka Umang mengharapkan pengembalian yang paling tinggi, sedangkan pilihan Tabungan Aman karena dengan menabung di Bank, uang Umang pasti dijamin oleh pemerintah.
Eiitsss sebelumnya Umang telah data IHSG sejak tahun 2005 sebagai dasar perhitungan NAB reksadana saham. Gimana ya Umang membuat ilustrasi perkembangan uangnya??
Tabungan Aman

Reksadana Terpercaya

Ternyata dari hasil ilustrasi perhitungannya, apabila Umang menaruh secara rutin Rp. 500 ribu selama 3 tahun di Reksadana Terpercaya memberikan keuntungan yang lebih besar** dibandingkan apabila Umang menaruh uangnya di Tabungan Aman…
Pernahkan anda perhatikan menu-menu apa saja yang terdapat di ATM (Anjungan Tunai Mandiri), SST (Self Service Terminal) atau apapun itu namanya?
Awal 2006, saya mendatangi salah satu ATM yang dimiliki oleh Bank Niaga. Saya awalnya iseng-iseng saja ingin tahu fasilitas yang tersedia di ATM tersebut. Kalau tidak salah waktu itu saya memilih menu “Pembelian” lalu keluar pilihan pembelian “Voucher” dan “Reksadana”. Wahh saya saat itu baru tahu ternyata di ATM tersebut bisa membeli reksadana hehehe… Saya pilih menu “Pembelian” -> “Reksadana”, di menu reksadana tersebut ada beberapa pilihan “Pembelian”, “Inquiry”, “Penjualan” dan saya lupa satu lagi kalau tidak salah “Convert” (sampai saat inipun saya belum pernah memakai menu Convert). Menu Convert tersebut dapat digunakan untuk memindahkan kepemilikan Reksadana di MI yang sama. Misal saat ini anda memiliki Reksadana Pendapatan Tetap dan anda ingin merubahnya ke Reksadana Saham anda bisa gunakan menu Convert tersebut.
Ada beberapa pilihan manajer investasi seperti “Trimegah”, “BNI Securitas”, dll. Tidak semua produk reksadana sebuah MI bisa dibeli melalui ATM tersebut. Misal produk Trimegah hanya ada Reksadana Sahamnya (Trim Kapital), BNI Securitas ada produk Dana Berkembang, Dana Lancar 2, Dana Flexible 2, sedangkan produk dari MI AAA Balance Fund, Bond Fund, Top Gainer Equity Fund. Setelah melalui beberapa langkah seperti anda setuju bila bla..bla.. maka saya tanpa pikir panjang (termasuk saat itu saya belum memikirkan apakah ada biaya pembelian, apakah diperlukan dokumen tambahan lagi, kalau saya ingin redeem gimana caranya?) dan membulatkan tekad saya membeli Reksadana Saham sebuah MI.
Esok harinya saya kembali ke ATM bank tersebut, saya pilih menu “Pembelian” -> “Reksadana” -> “Inquiry”, ternyata pada menu tersebut terdapat informasi Unit Pernyertaan, NAB perhari kemarin dan Total Dana. Saya coba cari tahu perhitungan dana saya perhari ini, ternyata untuk pembelian reksadana Trimkapital dikenai biaya pembelian sebesar 0.75%, jadi bila anda membeli sebesar Rp. 1 Juta, maka anda akan dikenai potongan sebesar Rp. 7.500 (Rp. 1 Juta * 0.75%), jadi uang anda yang dapat dibelikan reksadana sebesar Rp. 992.500. Misalkan NAB perhari kemarin adalah 3.926,976 maka anda memiliki unit pernyertaan sejumlah 252,739 (992.500 / 3.926,976). Wowww mudah ya membeli reksadana itu…
Pada akhir bulan, ternyata saya dikirimi lembar statement kepemilikan reksadana dari Bank Niaga dan setiap saya melakukan pembelian juga akan dikirimi lembar stement pembelian reksadana. Hal tersebut dimungkinkan dilakukan karena sistem data nasabah antara MI dan Bank yang telah terintegrasi.
Saya pernah mencoba untuk melakukan redeem (penarikan) melalui ATM, dengan memilih menu “Pembelian” -> “Reksadana” -> “Penjualan”. Terdapat pilihan akan melakukan redeem dalam jumlah uang atau unit pernyertaan, saya memilih dalam nominal uang. Setelah menyetujui term & condition yang berlaku, salah satunya uang pencairan akan masuk kedalam rekening paling cepat HK+2 dan selambat-lambatnya HK+7. Uang hasil redeem tersebut akan dikreditkan kedalam rekening tabungan. Biaya pencairan sebesar 0.5% dari uang yang dicairkan tetapi biaya tersebut hanya dikenakan apabila anda telah membeli reksadana tersebut belum 1 tahun, apabila telah lebih dari 1 tahun maka biaya pencairan tersebut akan hilang.
Saat ini saya sedang mendisplinkan diri untuk menyisihkan sebagian uang untuk saya belikan reksadana secara teratur, walaupun pasar sedang jelek saya tetap sisihkan uang tersebut. Secara pribadi saya ingin tahu sejauh apa saya bisa menerima resiko dan saya yakin bursa saham indonesia akan kembali membaik disemester awal 2009 ![]()